Update Google Earth, dari Bawah Laut hingga Luar Angkasa  

Jumat, 29 Mei 2009


raksasa Search Engine dari California, Google, mengumumkan update teknologinya untuk feature Google Earth. Seperti yang kita ketahui bersama, semenjak beberapa bulan yang lalu Google telah melengkapi service Google Earth-nya dengan fasilitas untuk melihat landscape bawah laut perairan di seluruh dunia. Kini untuk melengkapi layanan Google Earth – bawah lautnya, Google telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan dan organisasi pengelola data bidang ini, seperti National Geographic Society, Scripps Oceanographic Institution dan NOAA.

Feature baru yang pada hari Senin (2/2) kemarin diumumkan di California Academy of Science di San Francisco ini meliputi update peta bawah laut, foto-foto dan video kehidupan bawah laut, lengkap dengan segala jenis flora dan faunanya. Bahkan kita juga bisa melihat bangkai-bangkai kapal yang tenggelam di berbagai titik bawah laut perairan dunia.

Selain itu update terbaru Google Earth ini juga memungkinkan kita untuk ‘pergi’ ke Planet Mars, melihat perkembangan terbaru dari permukaan planet ini. Bahkan tidak hanya itu, Google Earth juga memberikan feature yang memungkinkan kita untuk melihat perubahan di permukaan Bumi dari waktu ke waktu.

Woco sek yoooo......
AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini


Lampu Hemat Energi Bertahan Hingga 10 Tahun  


Perkembangan teknologi yang semakin maju mendorong perusahaan PT Philips Indonesia untuk memberikan dana investasinya sebesar US$20 juta untuk mempercepat pembuatan Lampu Hemat Energi (LHE) dalam negeri, dan memberikan fasilitas yang lebih lengkap untuk produksinya di Surabaya. Sebelumnya, menurut Menteri Perindustrian, Drs. Fahmi Idris di tahun 2007, program LHE ini merupakan program jangka panjang yang akan dilakukan pemerintah terkait dengan upaya penghematan subsidi bahan bakar minyak (BBM) seiring dengan kenaikan harga minyak dunia. Selain Philips, masih ada tiga produsen lampu skala besar dalam negeri yang masih mengimpor LHE dari Thailand, yakni PT. Panasonic Lighthing Indonesia, PT. Osram Indonesia, dan PT. GE Lighting Indonesia.

Berdasarkan riset Philips, LHE mampu bertahan hingga 15.000 jam dan jika digunakan untuk penggunaan sehari-hari, LHE mampu bertahan hingga 10 tahun. Harga LHE juga lebih mahal 15 hingga 25 persen dibandingkan dengan model neon konvensional. Lampu neon konvensional dijual dengan harga perkiraan 10 ribu hingga Rp 15 ribu rupiah untuk tegangan 18 watt hingga 36 watt.

Woco sek yoooo......
AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini


Harddisk Kecepatan Transfer 6 Gbps  


Ada harddisk baru SATA yang lebih cepat?

Serial ATA (SATA) Revision 3.0 telah dirilis oleh Serial ATA International Organization (Sata-IO), dan dijanjikan akan menjadi device hardware yang memiliki kecepatan berlipat ganda sebesar 6Gbps. Standard baru SATA ini akan membuat transfer data lebih cepat di motherboard, dua kali lipat dibandingkan kecepatan di harddisk SATA 2. Harddisk standard baru ini full kompatibel dengan versi SATA 2 sebelumnya, sehingga manufaktur motherboard juga dapat menggunakan harddisk baru ini tanpa adanya kesulitan yang berarti.
Kecepatan menjadi hal yang penting untuk sebuah harddisk. SATA Revision 3.0 ini akan melipatgandakan kecepatan transfer maksimum dengan teknologi baru, membuat produk SATA baru ini menjadi generasi baru yang cepat. Hal tersebut disampaikan oleh Knut Grimsrud, presiden SATA-IO yang sekaligus menjabat sebagai Intel Fellow, dan direktur bagian arsitektur penyimpanan di SATA-IO.
Standard harddisk SATA Revision 3.0 ini juga dilengkapi dengan konektor Low Insertion Force (LIF) yang kecil untuk device penyimpanan berukuran 1.8 inch, seperti SSD (Solid State Drives). Masih ditambah dengan konektor optical disc 7mm, seperti yang digunakan di notebook super tipis dan ringan. Untuk spesifikasi lebih lanjut mengenai SATA Revision 3.0, SATA-IO akan mendemonstrasikannya di Computex Taipei, mulai Juni mendatang.

Woco sek yoooo......
AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini


Rumah kaca di bulan(tahun 2012)  

Selasa, 26 Mei 2009


Sebagai bagian dari Lunar X Prize dari Google, Paragon Space Development Corporation dan Odyssey Moon telah mengembangkan rumah kaca yang didesain untuk menumbuhkan tanaman pada permukaan bulan.

oses penanaman bibit tanaman di di bulan ini, bisa jadi merupakan tonggak awal untuk mengirim manusia untuk tinggal di bulan ataupun planet lain. Tentu saja mereka harus menemukan solusi untuk dapat memproduksi makanan dan oksigen, dua hal yang tidak ada di permukaan bulan. Setelah itu, selamat tinggal bumi.
(sumbar: http://eksplorasi-dunia.blogspot.com)

Woco sek yoooo......
AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini


Mouse mungil  


Ada-ada saja memang inovasi produsen mouse. Desain-desain baru selalu saja dibuat. Namun yang satu ini agak ganjil karena menciutkan dimensi total mouse.
Lihat saja ukuran mouse besutan TEC Jepang ini. Sangat mungil, dengan ukuran fisik 2,75x6x1,9 cm dan bobot 23 gram. saja Produk ini berjuluk Lingo. Produsennya, TEC, mengklaimnya sebagai mouse terkecil sehingga mudah dibawa ke mana-mana, walaupun juga menyajikan resiko mudah hilang.

Dari segi spesifikasi, Lingo tak banyak beda dengan mouse optis nirkabel lainnya. Memiliki resolusi 800dpi, dengan dukungan teknologi nirkabel 2,4GHz yang mampu beroperasi sampai jarak 32,8 kaki. Satu batere AA yang memotorinya disebutkan mampu bertahan sekitar 15 jam. Menurut TEC, arus listrik batere akan otomatis diputuskan ketika mouse tidak digerak-gerakan selama lima menit.
(sumber: http://eksplorasi-dunia.blogspot.com)

Woco sek yoooo......
AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini


Mobil anti peluru  


Mobil anti peluru ini adalah hasil modifikasi yang dilakukan Armet Armored Vehicles. Mobil pengusaha Rusia, Armet Gurkha, disulap menjadi mobil anti peluru. mobil Range Rover Vogue berubah menjadi DARTZ Kombat T98 luxury SUV.

Bentuknya pun menjadi mirip Hummer. Bukan saja kebal peluru yang dimuntahkan oleh senjata jenis AK-47, bahkan mobil ini pun tak mempan oleh ledakan granat sekalipun.
Menurut www.bornrich.org, bodi mobil ini dibuat dari baja yang tebal sedangkan kacanya menggunakan kaca dengan ketebalan sampai 7 cm. Walaupun berat, dengan mesin Vortec V8nya, mobil ini masih dipacu sampai 180 km/jam.

Tapi menurut informasi, harga jual mobil ini hanya US$ 200.000 (sekitar Rp2 milyar lebih).

Woco sek yoooo......
AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini


Bangunan dengan 1000 Jendela  


Sebuah block perkantoran baru di Cina yang sedang dalam pembangunan dimana merupakan desain dari seorang arsitek asal Jepang bernama Sako Keiichiro, dipercaya merupakan bangunan yang memiliki jendela paling banyak sedunia.

Adapun bangunan itu berlantai 9 dan memiliki jendela hampir 1000 buah.

Seorang jurnalis surat kabar setempat bahkan menghitung jumlah jendela tersebut. Mau tahu detailnya?

Menurut penghitungan sang jurnalis, bangunan itu memiliki 113 jendela di 15 ruangan yang ada di lantai 9, dan dalam satu ruangan saja terdapat 21 jendela.

Gak ada satu ruanganpun di bangunan itu yang benar-benar berbentuk persegi empat atau bujur sangkar, terdapat koridor angin disekelilingnya dan di antara ruangan. Dan masing-masing lantai terdapat taman kecil.

"Di dalam seperti menyesatkan," jelas seorang pekerja konstruksi yang juga mengatakan kalau bangunan itu merupakan proyek tersulit dan yang menghabiskan paling banyak waktunya.
bangunan itu membuat orang-orang yang lewat dan melihatnya terlalu lama menjadi pusing.

Wei, kepala konstruksi menjelaskan kalau bangunan itu bakal rampung musim panas tahun ini. Selain itu Wei juga menjelaskan kalau sebuah hotel berlantai 3 juga bakalan di buat dengan desain seperti bangunan perkantoran ini.

Menurut Wei, total pembuatan bangunan perkantoran itu menghabiskan biaya sekitar 6 Juta poundsterling (sekitar Rp 106.547.700.000). Sedang biaya jendela nya sendiri saja berjumlah 500,000 Poundsterling (sekitar Rp 8.878.975.000).

Woco sek yoooo......
AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini


NASA luncurkan satelit jason 2  


asadena, Satelit baru NASA Jason 2 diluncurkan di pangkalan Angkatan Udara Vandenberg. Tujuan misi luar angkasa ini bertujuan untuk mengetahui perubahan iklim dan cuaca di bumi.

"Permukaan laut sudah mulai meninggi", kata Michael Freilich, Direktur Divisi Ilmu Pengetahuan Bumi, Washington. "Misi ini akan memberitahukan pada kita tentang luas pemukaan air laut dan daratan serta mengetahui iklim dan cuaca"

OSTM/Jason 2 akan berada di luar angkasa hingga 3 tahun kedepan dan akan meberikan catatan secara berkala, sebenarnya awal penelitian ini sudah berlangsung sejak tahun 1992 oleh NASA dan Badan Antariksa Perancis "Center National d'Etudes Spatiales(CNES)" dengan TOPEX/Poseidon Mission. Kemudian misi ke 2 dilanjutkan oleh peluncuran roket Jason 1 pada tahun 2001.

OSTM/Jason 2 masuk Orbit kira-kira 10 s/d 15 kilometer (6 s/d 9 Miles) di bawah Jason 1. OSTM/Jason 2 akan secara berangsur-angsur menggunakan pendorongnya sekitar 1,3336 kilometer untuk mendekati orbit Jason 1 kira-kira sekitar 60 detik di belakang Jason 1

(sumber: http://eksplorasi-dunia.blogspot.com)

Woco sek yoooo......
AddThis Social Bookmark Button
Link ke posting ini


Design by Amanda @ Blogger Buster